Produksi Massal Drone Elang Hitam

Berbekal Kedaulatan Negara, Drone Buatan Indonesia Targetkan Produksi Massal

massal-drone

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menargetkan produksi massal drone Black Eagle tahun depan. Drone akan dipersenjatai untuk mengamankan kedaulatan Indonesia.

“Khususnya tahun ini kita mendapat amanah untuk menerbangkan drone Black Eagle,” kata Kepala BPPT Hammam Riza dalam rangkaian Rakernas BPPT di Jakarta kemarin (8/3/2021).

The Black Eagle dirancang untuk tujuan militer. Setelah dipersenjatai, pada tahap selanjutnya akan disusun sertifikat tipe sehingga dapat memasuki tahap produksi massal. Hammam mengatakan, jika semua berjalan lancar, drone Black Eagle bisa diproduksi massal tahun depan.

Baca Juga: Anies Janji Banjir 6 Jam Lagi, Ruhut Sitompul: Buktikan, Jangan Bicara Saja

Drone Black Eagle telah digarap oleh geng. Selain BPPT, ada keterlibatan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Selain itu, ada keterlibatan TNI-AU, ITB, PT Len Industri, dan lain-lain.

Baca juga: Terkejut dengan Kepemimpinan Wasit Dwi Susilo, Pluim: Tidak Bagus untuk Sepak Bola Indonesia

Hammam berharap uji terbang drone Black Eagle bisa berjalan lancar. “Insya Allah penerbangan pertama Oktober (tahun ini) atau lebih cepat,” jelasnya.

Setelah itu, tim akan mulai menjalani serangkaian uji terbang dan sertifikat tipe oleh Otoritas Kelaikan Udara Militer Indonesia (IMAA). Kabar mengenai drone Black Eagle sempat mengemuka pada Desember 2019.

Melalui kegiatan roll out di hanggar PT DI, untuk pertama kalinya drone Black Eagle diperkenalkan ke publik. Ini terlihat besar. Pasalnya, panjangnya mencapai 8,3 meter dengan lebar sayap 16 meter.

Saat itu Hammam mengatakan bahwa drone merupakan salah satu inovasi dalam negeri di bidang pertahanan. Drone tersebut diyakini mampu terbang nonstop atau nonstop selama 24 jam. Kemudian juga dilengkapi dengan beberapa kendali kendaraan udara tak berawak secara bersamaan.

Sementara itu, Rakernas BPPT dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Namun, tanpa penguasaan dan pemanfaatan teknologi yang bijak, kekayaan tersebut tidak akan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat di era revolusi industri keempat saat ini. (jpc)

Sumber :

Rate this post